Breaking News

Klik aja

Saturday, November 19, 2016

Pelatih Middlesbrough : Chelsea Calon Juara Musim Ini




Manajer Middlesbrough, Aitor Karanka meyakini bahwa Chelsea adalah kandidat meraih titel Liga Inggris musim ini. Hal tersebut ia ungkapkan dalam sesi wawancara jelang laga timnya kontra Chelsea akhir pekan ini.

Setelah tampil tak konsisten di awal musim dan masih mencari formasi yang pas, Chelsea mulai tampil nyaman sebulan terakhir berkat skema 3-4-3 yang di terapkan Antonio Conte.

"Saya terkesan dengan mereka," kata Karanka memuji Chelsea.

"Manajer mereka telah beradaptasi ke liga dengan sangat baik, dan dalam beberapa bulan ia membawa timnya ke posisi dua klasemen. Itu menunjukkan mereka adalah tim yang benar benar konsisten," tambah mantan pemain Athletic Bilbao itu.

Karanka yang juga pernah menjadi assisten Jose Mourinho di Real Madrid, juga berpendapat bahwa absen di kompetisi Eropa musim ini justru menguntungkan The Blues karena tampil banyak di kompetisi harus membutuhkan banyak tenaga dan konsistensi.
Read more ...

Puyol : Jika Memiliki Kesempatan, Saya Ingin Jadi Pemain Milan





Bukanlah sebuah hal yang tabu bahwa sebagian hati kapten legendaris Barcelona, Carles Puyol seorang tifosi AC Milan.

Dalam satu kesempatan baru baru ini, dirinya mengungkapkan bahawa Rossoneri akan tetap menjadi tim keduanya setelah Barca.

Bahkan kini Puyol memaparkan bahwa dirinya sempat memiliki impian menjadi pemain klub yang di juluki Diavolo itu. Bila saja dulu Barca niat untuk melepas sang kapten, maka sosok pria 38 tahun itu bisa saja hijrah ke San Siro.

"Kenapa saya terus membela Barcelona sepanjang karir ? karna saya tak punya alasan untuk pergi." kata puyol, seperti yang di kutip dari Extra Time.

"Apalagi Barca merupakan klub yang sangat sukses di periode saya bermain. Namun jika saya punya kesempatan pindah ke klub lain, saya akan memilih Milan.

"Dengan situasi yang ada kini, saya sungguh berharap Milan bisa kembali ketempat seharusnya di Eropa," tandasnya.
Read more ...

Conte raih penghargaan manajer terbaik bulanan


Antonio Conte terpilih sebagai Manajer Terbaik Barclays Bulan Oktober setelah membawa pasukannya meraup poin maksimal tanpa kebobolan selama sebulan.

Orang Italia itu (gambar di atas dengan penghargaannya) berhasil menyisihkan manajer Stoke Mark Hughes, Jurgen Klopp (Liverpool), Arsene Wenger (Arsenal) usai membawa The Blues melalui bulan ini dengan brilian.

Conte mendapat credit yang luar biasa atas peningkatan performa timnya setelah mengubah formasinya menyusul dua hasil mengecewakan pada September.

Setelah bereksperimen dengan formasi 3-4-3 di babak kedua ketika kalah dari arsenal, formasi tersebut pertama kali diimplementasikan sejak awal laga ketika mengalahkan Hull City 2-0 bulan lalu.

Conte, yang terpilih sebagai Pelatih Terbaik Tahunan Serie A selama tiga tahun berturut-turut selama menangani juventus, terlihat senang saat menerima penghargaan individu pertamanya di inggris, dan ia mendedikasikan penghargaan itu untuk tim.

"Ini penhargaan pertamaku, ini sebuah kehormatan besar dan aku ingin membagikannya dengan para pemain dan klub," kata Conte kepada situs resmi Chelsea.

"Sekarang penting untuk melanjutkan dan mempertahankan penampilan kami. Setelah jeda internasional tidaklah mudah untuk memulai dari awal lagi tapi kami harus mengikuti cara kami dan bekerja sangat keras."

Perubahan taktik pada Oktober memberikan peningkatan performa pada level berikutnya, dimana juara Leicester City dan Manchester United dikalahkan dengan skor meyakinkan di Stamford Brigde.

Di laga Premier League terakhir kami bulan lalu, kami sukses mengalahkan Shouthampton yang sedang tampil apik di St. Mary's Stadium, dimana pasukan Conte menyuguhkan penampilan yang penuh percaya diri, mantap, dan menang 2-0 berkat gol-gol keren Eden Hazard dan Diego Costa.

Yang membuat hasil hasil pada Oktober semakin Impresif adalah kesuksesan kami dalam mengombinasikan kesolidan pertahanan dengan permainan yang mengalir dan ekspansif yang menghasilkan 11 gol tanpa balas.

Read more ...

Kenangan Terindah Eden Hazard

Musim 2015/2016 bukan musim yang indah bagi Chelsea maupun Eden Hazard. Setelah berhasil menjadi juara pada musim sebelumnya, The Blues benar-benar terpuruk pada musim lalu.

Bahkan Hazard yang merupakan pemain terbaik Premier League kala Chelsea juara, kehilangan sentuhannya dan baru kembali ke peredaran pada beberapa laga terakhir Chelsea.

Terlepas dari itu, bukan berarti Hazard tak punya kenangan indah pada musim buruk tersebut. Sang pemain pun mengungkapkannya.

Adalah gol telat dia ke gawang Tottenham Hotspur yang membuat skor menjadi 2-2 dan memastikan Leicester City juara yang paling di kenang oleh Hazard.




"Itu adalah kenangan terindah tahun lalu karena rivalitas kami dengan Tottenham." ujarnya kepada guardian.

"Saya berada di bangku cadangan dan kami tertinggal 0-2. Saya mencoba memotivasi rekan-rekan agar rekor 26 tahun tak terkalahkan Tottenham tak pecah. Kemudian kami akhirnya mampu menyamakan kedudukan." tambah dia.

Laga ini memang penting bagi Tottenham yang masih bersaing dengan Leicester untuk meraih gelar juara. Tapi, hasil imbang ini memupuskan mereka.

Hasil imbang 2-2 itu seperti kemenangan di balik musim yang sangat sulit. Kami mengetahui telah melukai seluruh fans di Tottenham," ungkapnya.

"Leicester jelas menjadi tim yang menikmati hasil ini karena mereka akhirnya juara." tutup Hazard.
Read more ...

Monday, November 14, 2016

Hazard mengkilap lagi



Dengan adanya manajer baru, formasi baru dan peran dalam serangan yang baru, Eden Hazard kembali ke performa terbaiknya di Chelsea, dan menampilkan performa yang membuatnya dikukuhkan sebagai pemain top Premier League dua musim lalu.


Pemain asal Belgia ini telah bangkit setelah musim 2015/2016 yang mengecewakan, dan kini telah mencetak tujuh gol dari 11 laga di liga serta mempertontonkan gaya permainan menyerang cantik bersama rekannya di lini serang, Diego Costa dan Pedro.

Seperti yang telah ia jelaskan pada wawancara terbarunya pada matchday programme resmi chelsea, formasi ini sangat mengalir dan ia sangat menikmatinya.

"Inilah tempatku," kata Hazard. "3-4-3. Aku tidak bermain melebar di sistem ini dan aku berusaha mencetak gol, seperti yang ku lakukan di laga sebelumnya."

"Kami selalu bertukar posisi, kami tidak diam di satu posisi, kami terus berpindah dan saat aku berada di depan, Diego ada disisi lapangan, saat pedro di depan, aku disisi lapangan. Kami mencoba berpindah, kami banyak bergerak dan bersama sama, kami memainkan permainan yang sangat bagus."

Sambil tidak melupakan tanggug jawabnya, kesempatan baginya untuk mengekspresikan dirinya di wilayah pertahanan lawan telah memberinya kebebasan dan pemain 25 tahun ini bersyukur atas dukungan rekan rekan setimnya yang ia terima di lapangan.

"Ini agak berbeda dengan jika bermain dengan empat bek kurasa kami lebih mempunyai kebebasan saat menguasai bola," jelasnya.

"Kedepannya dengan sistem ini, kami punya banyak opsi saat menguasai bola - Marcos Alonso dan Victor Moses bermain melebar dan kami hanya perlu meneruskan apa yang telah kami lakukan dan terus menciptakan banyak peluang."

"Victor Moses adalah pemain muda yang baik dan ia penting di sistem ini, demikian juga Marcos Alonso. Mereka banyak berlari dan memberikan segalanya saat menyerang maupun bertahan. Di sistem ini, kami membutuhkan dua pelari di sisi lapangan dan satu orang yang bisa menusuk ke dalam dan mencari ruang serta melakukan banyak pergerakan."

Meski ada banyak pundit yang menyatakan bahwa Chelsea di untungkan dengan tidak mereka di sepakbola eropa. Hazard menekankan bahwa intesitas latihan mereka dalam mempersiapkan diri menghadapi laga tidak berkurang.

"Kami tau apa yang harus kami lakukan." katanya. "Setiap hari bekerja keras di lapangan latihan, bahkan jika anda bermain sekali sepekan, jadi kami bekerja keras menghadapi laga itu."

"Dalam pikiranku, pikiran setiap orang, kami memberikan segalanya setiap hari agar siap menghadapi pertandingan."

Pemain asal Belgia ini menambahkan : "Kami harus lebih baik saat menguasi bola, dan sejak semenit pertama pertandingan, memberikan kepercayaan diri pada tim kami. Kemudian, pada akhirnya kami bisa memenangkan pertandingan."

"Kami harus memberikan segalanya selama 90 menit untuk menang, kami tahu itulah yang penggemar inginkan. Mereka inginkan kemenangan dan begitu pula kami. Kami harus memberikan segalanya."

Read more ...
Designed By